Daerah
Beranda / Daerah / Nonton Bareng Piala Dunia Sampai Diatur Pemerintah, Lampung Siapkan UMKM hingga Pengamanan

Nonton Bareng Piala Dunia Sampai Diatur Pemerintah, Lampung Siapkan UMKM hingga Pengamanan

nonton bareng
Piala Dunia 2026

BANDARLAMPUNG — Tidak hanya urusan jalan, sekolah, atau layanan publik yang masuk agenda pemerintah. Nonton bareng (nobar) Piala Dunia FIFA 2026 pun kini menjadi bagian dari kebijakan yang mendapat perhatian khusus pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.

Pemerintah Provinsi Lampung mulai menyiapkan pelaksanaan nobar Piala Dunia FIFA 2026 setelah menerima arahan resmi dari Kementerian Dalam Negeri melalui Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 400.2.7/4657/SJ. Surat tersebut meminta pemerintah daerah menginisiasi, memfasilitasi, dan mendukung penyelenggaraan nobar dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Tindak lanjut kebijakan itu dibahas dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah dan TVRI Stasiun Lampung.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sepak bola bukan lagi sekadar hiburan. Pemerintah melihat Piala Dunia sebagai peristiwa sosial dan ekonomi yang mampu menggerakkan aktivitas masyarakat dalam skala besar.

Karena itu, Pemprov Lampung tidak hanya menyiapkan layar dan lokasi nobar. Berbagai aspek pendukung ikut masuk dalam perencanaan, mulai dari pengaturan lalu lintas, keamanan, kebersihan lingkungan, hingga pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

APBD Tidak Cukup Mendukung Pertumbuhan 8 Persen, Mirza: Lampung Butuh Tiga Komponen Ini

“Pak Gubernur mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat. Karena itu, kita akan menindaklanuti arahan Menteri Dalam Negeri agar pelaksanaannya berjalan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Marindo.

Menurutnya, pemerintah ingin menjadikan nobar sebagai sarana yang menghasilkan dampak ekonomi, bukan hanya kegiatan menonton pertandingan sepak bola.

Kehadiran UMKM, dunia usaha, BUMD, organisasi kemasyarakatan, komunitas pemuda, hingga lembaga pendidikan diharapkan menciptakan perputaran ekonomi baru selama berlangsungnya turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Pendekatan ini mencerminkan perubahan cara pandang pemerintah terhadap kegiatan publik. Jika sebelumnya nobar identik dengan aktivitas spontan masyarakat, kini kegiatan tersebut mulai diposisikan sebagai instrumen penggerak ekonomi lokal.

Bagi Lampung, momentum ini cukup penting. Ribuan warga diperkirakan akan berkumpul di berbagai titik penyelenggaraan nobar ketika tim-tim besar dunia bertanding. Kerumunan tersebut berpotensi menciptakan pasar sementara bagi pedagang makanan, minuman, produk kreatif, hingga jasa pendukung lainnya.

Jihan: Indonesia Emas 2045 Butuh Generasi yang Cerdas, Berkarakter, dan Peduli Sesama

Karena itu, pemerintah daerah mulai menyiapkan lokasi-lokasi strategis yang dapat diakses masyarakat sekaligus memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib melalui koordinasi dengan Forkopimda.

Kepala TVRI Stasiun Lampung Muhammad Ikhsan menyatakan kesiapan lembaganya mendukung penuh kegiatan tersebut. Dukungan TVRI menjadi penting karena stasiun televisi publik itu merupakan pemegang hak siar resmi Piala Dunia FIFA 2026 di Indonesia.

Di balik pertandingan yang akan berlangsung ribuan kilometer dari Lampung, pemerintah tampaknya melihat peluang yang lebih besar daripada sekadar tontonan. Piala Dunia diposisikan sebagai momentum untuk memperkuat interaksi sosial, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus menghadirkan ruang kebersamaan bagi warga.

Dengan kata lain, pada 2026 nanti, yang diperebutkan bukan hanya trofi Piala Dunia. Di daerah, pemerintah juga berharap terjadi “gol ekonomi” yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku UMKM.(ipta)

Setelah 10 Tahun Berubah, Lampung Mulai Menghitung Ulang Kekuatan Ekonominya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer Bulan Ini

Opini & Insight

Daerah