Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Cabang Dinas hingga Bidang Teknis Dilibatkan, Begini Skema Evaluasi Sekolah Berbasis SNBT di Lampung

Cabang Dinas hingga Bidang Teknis Dilibatkan, Begini Skema Evaluasi Sekolah Berbasis SNBT di Lampung

Kadisdikbud Lampung Thomas Amirico

BANDARLAMPUNG — Tahun ini jumlah siswa Lampung yang lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) mencapai 5.184 orang, naik 9,93 persen dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 4.669 siswa. Kenaikan ini menjadi salah satu capaian terbaik pendidikan menengah Lampung dalam beberapa tahun terakhir.

Namun bagi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Thomas Amirico, angka tersebut bukanlah garis akhir.

Justru sebaliknya.

Di balik kenaikan SNBT di Lampung, Disdikbud sedang menyiapkan mekanisme atau skema evaluasi sekolah berbasis SNBT yang lebih sistematis terhadap kepala sekolah, dan proses pembelajaran yang berlangsung di lapangan.

Evaluasi tidak lagi berhenti pada melihat siapa yang berhasil dan siapa yang tidak. Yang ingin dibaca adalah alasan di balik setiap capaian tersebut.

Anggaran Pendidikan Naik Rp100 Triliun di 2027, Kenapa Gaji Guru Tetap Tidak Naik?

Karena itu, proses evaluasi akan melibatkan banyak lapisan, mulai dari sekolah, pengawas, Cabang Dinas Pendidikan, hingga bidang-bidang teknis di tingkat provinsi.

“Kita seriusi ini dengan koordinasi total dimulai dari sekolah sampai ke tim teknis di provinsi. Tujuannya agar kita bisa memperoleh informasi yang presisi mengenai hambatan dan kemajuan yang sudah dicapai sekolah sehingga jumlah lulusan SNBT terus meningkat dan merata,” kata Thomas.

Pendekatan tersebut menunjukkan perubahan cara pandang pemerintah daerah terhadap data pendidikan.

Jika sebelumnya angka kelulusan lebih banyak berfungsi sebagai laporan capaian, kini data SNBT di Lampung mulai diperlakukan sebagai instrumen manajemen pendidikan.

Sekolah yang menunjukkan peningkatan akan dipelajari faktor keberhasilannya. Sebaliknya, sekolah yang stagnan atau mengalami penurunan akan ditelusuri penyebabnya secara lebih mendalam.

74 Persen Siswa Indonesia Gagal Memahami Bacaan, Mengapa Anggaran Pendidikan Belum Berbuah?

Proses itu nantinya tidak hanya melihat hasil akhir berupa jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri.

Disdikbud ingin membaca lebih jauh kondisi pembelajaran di sekolah, pola pendampingan siswa, kualitas pengawasan akademik, hingga efektivitas strategi yang dijalankan kepala sekolah dan guru.

Dalam skema tersebut, kantor Cabang Dinas menjadi simpul penting karena berperan melakukan pengawasan dan pembinaan langsung terhadap sekolah-sekolah di wilayahnya.

Sementara bidang teknis di tingkat provinsi akan melakukan analisis data dan merumuskan rekomendasi tindak lanjut berdasarkan temuan di lapangan.

Model evaluasi berjenjang itu dinilai penting karena peta pendidikan Lampung saat ini semakin kompleks.

Sekolah Negeri Bukan untuk Diperebutkan, Melainkan untuk Melayani: SPMB Layak Dievaluasi

Data PTN 2026 menunjukkan sekolah-sekolah di luar pusat kota mulai tampil sebagai kekuatan baru. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung mencatat sejumlah sekolah daerah mampu menghasilkan tingkat penerimaan PTN yang sangat tinggi, bahkan mendekati atau menyamai sekolah-sekolah unggulan di perkotaan.

Fenomena tersebut membuat evaluasi tidak lagi cukup dilakukan dengan pendekatan seragam.

Sekolah yang berada di daerah dengan keterbatasan akses, karakteristik siswa berbeda, atau tantangan sosial tertentu memerlukan pembacaan yang lebih spesifik dibanding sekolah yang berada di pusat kota.

Karena itu, menurut Thomas, tujuan utama evaluasi bukan sekadar memberi penilaian terhadap kepala sekolah atau guru.

Yang lebih penting adalah menemukan hambatan nyata yang membuat suatu sekolah sulit meningkatkan capaian siswanya serta mengidentifikasi praktik-praktik baik yang bisa direplikasi ke sekolah lain.

Dengan pendekatan seperti itu, kenaikan jumlah lulusan PTN tidak dipandang sebagai keberhasilan sesaat.

Ia menjadi bahan baku untuk membangun sistem perbaikan yang berkelanjutan.

Sebab bagi Disdikbud Lampung, target berikutnya bukan hanya menambah jumlah siswa yang lolos SNBT pada 2027.

Target yang lebih besar adalah memastikan peningkatan itu tidak hanya terjadi di beberapa sekolah unggulan, melainkan menyebar lebih merata ke seluruh wilayah Lampung.(Ipta)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer Bulan Ini

Opini & Insight

Daerah