Tidak banyak yang menyangka sekolah menengah atas negeri di Kota Bandar Lampung ini akan berubah secepat ini. Harus diakui ini berkat tangan dingin Kepala Sekolah SMAN 12 Bandar Lampung, Tety Efently Daulay.
Bandar Lampung – Di tengah dominasi sejumlah sekolah yang selama bertahun-tahun identik dengan prestasi akademik dan penerimaan perguruan tinggi negeri (PTN), SMAN 12 Bandar Lampung muncul sebagai salah satu kekuatan baru. Tahun 2026 menjadi penanda penting ketika sekolah ini berhasil menempatkan diri di posisi ketiga sekolah negeri dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima di perguruan tinggi.
Data penyerapan lulusan menunjukkan sebanyak 244 siswa SMAN 12 Bandar Lampung berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Dari jumlah tersebut, 243 siswa diterima di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, sementara satu siswa berhasil menembus Fakultas Kedokteran University of Melbourne, Australia.
Keberhasilan itu ditopang oleh beragam jalur seleksi. Sebanyak 70 siswa diterima melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), 90 siswa melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), 69 siswa melalui SPAN-PTKIN, tujuh siswa melalui jalur prestasi Politeknik Negeri Lampung (Polinela), enam siswa diterima di Poltekkes, serta satu siswa diterima di Politeknik Pariwisata NHI Bandung.
Khusus pada jalur SNBT, capaian SMAN 12 juga menunjukkan daya saing yang semakin kuat. Sebanyak 90 siswa lolos melalui seleksi nasional berbasis SNBT, menempatkan sekolah ini pada posisi keempat sekolah negeri dengan jumlah kelulusan SNBT terbanyak di Kota Bandar Lampung.
Bagi dunia pendidikan, capaian ini memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar peringkat.
Selama ini, kualitas sekolah sering kali diukur dari reputasi masa lalu. Namun hasil tahun 2026 menunjukkan bahwa konsistensi pembinaan, budaya belajar, dan kepemimpinan sekolah mampu mengubah peta yang selama ini dianggap mapan.
Keberhasilan itu tentu saja membuat Kepala SMAN 12 Bandar Lampung, Tety Efently Daulay bangga. Namun dengan rendah hati ia menyebut capaian tersebut sebagai hasil kerja kolektif seluruh elemen sekolah.
“Alhamdulillah, hasil pemetaan kelulusan menempatkan sekolah kami di nomor tiga tingkat Kota Bandar Lampung untuk akumulasi masuk perguruan tinggi. Ini menjadi motivasi bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk terus memberikan yang terbaik bagi siswa,” ujarnya.
Tety benar, ia bersama guru-guru mesti terus bekerja keras, sebab keberhasilan tahun ini tidak boleh berhenti, karena ini bukan hasil akhir. Disdikbud Lampung menuntut peningkatan berlanjut di tahun-tahun berikutnya.(ipta)
(ipta)

Komentar