Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Lampung Barat menjadi momentum mengingatkan pentingnya aksi nyata menghadapi perubahan iklim melalui gerakan menanam pohon dan pelestarian lingkungan.
LAMPUNG BARAT — Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, kerusakan lahan, dan persoalan lingkungan yang semakin kompleks, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mengingatkan bahwa menjaga alam tidak cukup hanya melalui slogan dan kampanye, tetapi membutuhkan aksi nyata yang dilakukan secara konsisten.
Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat untuk mengajak masyarakat kembali memperkuat kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon dan berbagai aksi pelestarian alam.
Sebanyak 50 pohon ditanam di kawasan perkantoran pemerintah daerah dengan melibatkan organisasi perangkat daerah, pegawai pemerintah, serta unsur masyarakat. Meski jumlahnya tidak besar, kegiatan tersebut dimaknai sebagai simbol komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan memperkuat kesadaran kolektif menghadapi tantangan ekologis yang semakin nyata.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Lampung Barat, Ahmad Hikami, menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan.
Menurutnya, lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari merupakan fondasi utama bagi kualitas hidup masyarakat sekaligus warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang.
“Lingkungan yang baik adalah modal pembangunan. Karena itu, menjaga kelestarian alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi kewajiban seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa tantangan lingkungan saat ini semakin kompleks. Mulai dari pencemaran, persoalan sampah, kerusakan hutan dan lahan, hingga dampak perubahan iklim yang mulai dirasakan dalam berbagai bentuk bencana hidrometeorologi.
Kondisi tersebut menuntut keterlibatan lebih luas dari masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurut Hikami, penanaman pohon menjadi salah satu langkah sederhana yang memiliki manfaat jangka panjang. Selain membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan kualitas udara, pohon juga berfungsi sebagai instrumen alami dalam menyerap karbon serta mengurangi risiko kerusakan lingkungan.
“Pohon yang ditanam hari ini mungkin belum memberi manfaat langsung. Tetapi beberapa tahun ke depan, pohon itu akan menjadi peneduh, penyerap karbon, penjaga cadangan air, sekaligus warisan bagi generasi berikutnya,” katanya.
Lampung Barat sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah penyangga ekosistem penting di Provinsi Lampung dengan bentang alam pegunungan, kawasan hutan, serta sumber daya air yang berperan besar dalam menjaga keseimbangan lingkungan regional.
Karena itu, menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya penting bagi masyarakat Lampung Barat, tetapi juga bagi keberlanjutan ekosistem Lampung secara keseluruhan.
Pemerintah daerah mengajak masyarakat menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari budaya sehari-hari, mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mengelola sampah secara bertanggung jawab, menjaga kebersihan lingkungan, hingga menanam dan merawat pohon di sekitar tempat tinggal.
Di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata, langkah kecil seperti menanam pohon mungkin terlihat sederhana. Namun dari langkah-langkah kecil itulah upaya besar menjaga masa depan lingkungan dapat dimulai.
Sebab menjaga alam pada akhirnya bukan sekadar soal menanam pohon, melainkan tentang memastikan generasi mendatang masih memiliki udara yang bersih, air yang cukup, dan lingkungan yang layak untuk ditinggali.(ipta)

Komentar