Opini & Insight
Beranda / Opini & Insight / Ada yang Lebih Berdarah dari Penyembelihan Hewan: Ego Manusia

Ada yang Lebih Berdarah dari Penyembelihan Hewan: Ego Manusia

Ilustrasi: Ada yang Lebih Berdarah dari Penyembelihan Hewan: Ego Manusia.

Refleksi Iptaveritas.co: Rasionalitas Kurban di Tengah Peradaban yang Makin Individualistis

***

Hari Raya Iduladha selalu menghadirkan satu pertanyaan penting bagi peradaban modern, yakni apakah manusia hari ini masih mau berkorban untuk sesamanya?

Di tengah dunia yang bergerak semakin kompetitif, materialistik, dan individualistis, kurban sesungguhnya bukan sekadar ritual keagamaan tahunan. Ia adalah kritik moral terhadap zaman yang perlahan menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan bersama.

Kurban mengajarkan bahwa tidak semua hal harus diukur dari untung-rugi pribadi. Ada nilai kemanusiaan yang hanya bisa hidup jika manusia mau berbagi, menahan ego, dan rela melepaskan sebagian yang dimilikinya untuk orang lain.

Karena itu, esensi kurban bukan terletak pada hewan yang disembelih, melainkan pada kemampuan manusia menyembelih keserakahan dalam dirinya sendiri.

“Pak, Bukankah Ini Cuma Tes Lagi?” Percakapan dengan Thomas tentang D SMART, Data, dan Mimpi Besar Pendidikan Lampung

Hari ini, masyarakat hidup dalam budaya yang terus mendorong manusia untuk mengumpulkan lebih banyak, untuk lebih kaya, lebih populer, lebih berkuasa, dan lebih menonjol dari yang lain. Dalam situasi seperti itu, semangat kurban menjadi sangat relevan sebagai pengingat bahwa peradaban tidak dibangun oleh kerakusan, tetapi oleh pengorbanan.

Tidak ada keluarga kuat tanpa pengorbanan orang tua. Tidak ada pendidikan berkualitas tanpa pengabdian guru. Tidak ada pelayanan publik yang baik tanpa keikhlasan melayani. Bahkan bangsa ini berdiri di atas pengorbanan panjang banyak orang yang rela kehilangan kenyamanan demi masa depan bersama.

Di sisi lain, berbagai persoalan sosial hari ini, korupsi, manipulasi, ketimpangan ekonomi, hingga hilangnya empati, sering kali lahir dari ketidakmampuan manusia membatasi keinginannya sendiri.

Manusia modern ingin menikmati hasil tanpa proses, ingin dihormati tanpa kontribusi, dan ingin memperoleh segalanya tanpa pengorbanan.

Iptaveritas.co memandang bahwa makna kurban di era sekarang justru semakin luas. Kurban bukan hanya tentang materi, tetapi juga keberanian menjaga integritas, menahan diri dari kebencian, tidak menyebarkan hoaks, serta tetap merawat nurani di tengah derasnya kebisingan digital.

Dari Lampung, Pesan Pancasila untuk Dunia yang Semakin Terbelah

Sebab,ย  ukuran kemanusiaan seseorang bukan pada seberapa banyak yang berhasil ia miliki, tetapi pada seberapa besar yang rela ia berikan demi kepentingan orang lain.(ipta)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *