Pagi tadi, kandang-kandang sementara di berbagai daerah Lampung terasa lebih ramai dari biasanya. Nafas sapi terdengar berat. Tubuh-tubuh raksasa itu berdiri tenang dengan otot yang menonjol, kulit mengilap, dan bobot yang bahkan melampaui satu ton.
Hari ini, atau mungkin besok. belasan ton daging kurban itu akan dipotong.
Bukan sapi biasa. Sebagian besar merupakan jenis premium, Limousin, Simmental, Brahman, hingga Belgian Blue Cross, ras sapi yang dikenal bertubuh besar dan memiliki kualitas daging unggulan.
Dari 16 ekor sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia untuk Provinsi Lampung pada Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi, sebanyak 14 ekor memiliki bobot di atas satu ton. Sementara satu sapi untuk tingkat provinsi bahkan mencapai 1.124 kilogram.
Ukuran tubuhnya, super gemoy, membuat banyak orang terpukau.
Ada yang harus didorong perlahan saat turun dari kendaraan pengangkut. Ada pula yang berjalan tenang dengan langkah berat, seperti sadar dirinya menjadi pusat perhatian warga sekitar.
Anak-anak biasanya paling antusias. Mereka berdiri di balik pagar sambil menunjuk tubuh sapi yang hampir setinggi orang dewasa. Orang-orang dewasa sibuk menebak bobotnya, sementara panitia kurban mulai menghitung berapa banyak daging yang nanti bisa dibagikan kepada masyarakat.
Di balik suasana itu, ada proses panjang yang sebenarnya jarang terlihat.
Semua hewan kurban telah melalui pemeriksaan ketat. Kondisinya dipastikan sehat, bebas penyakit, dan memenuhi syariat Islam sebelum disalurkan ke daerah-daerah penerima.
Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menegaskan bahwa seluruh sapi telah melewati proses seleksi sebelum dikirim ke berbagai wilayah Indonesia.
Di Lampung sendiri, bantuan tersebut terdiri atas 15 ekor sapi untuk kabupaten/kota dan satu ekor untuk tingkat provinsi yang nantinya diserahkan kepada pengurus Masjid Al Bakrie.
Penyerahan bantuan dilakukan secara daring dan diikuti Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Lampung, M. Firsada, dari Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Selasa, 26 Mei 2026.
Namun bagi masyarakat, Iduladha sering kali bukan sekadar soal angka bantuan atau jenis sapi.
Ia adalah momen ketika daging yang mungkin jarang masuk dapur akhirnya bisa dinikmati bersama keluarga.
Di banyak rumah, aroma gulai mulai mengepul sejak pagi. Anak-anak menunggu bagian tulang untuk dibakar. Para ibu menyiapkan bumbu. Sementara para lelaki sibuk memotong, menimbang, lalu membagikan daging ke gang-gang sempit dan rumah-rumah warga.
Karena itulah, sapi-sapi besar itu pada akhirnya bukan hanya tentang ukuran tubuh atau bobot fantastis.
Mereka membawa sesuatu yang lebih sederhana tetapi penting, yaitu rasa kebersamaan.
Secara nasional, Presiden Republik Indonesia menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban ke berbagai daerah, pondok pesantren, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan di seluruh Indonesia.
Dan hari ini, sebagian dari belasan ton kebaikan itu akan dipotong di Lampung.(ipta)

Komentar