Branding Ekonomi Nasional
Beranda / Nasional / Rendang Payakumbuh Didorong Tembus Pasar Global Lewat Program OVOP Go Global

Rendang Payakumbuh Didorong Tembus Pasar Global Lewat Program OVOP Go Global

Ilustrasi. Seseorang tengah memasak rendang. Foto: istimewa

Di dapur-dapur produksi rendang di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, aroma rempah tidak lagi hanya berbicara tentang tradisi. Ia kini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk membawa produk pangan lokal menembus pasar dunia.

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) resmi memperkuat pengembangan Sentra IKM Rendang Payakumbuh melalui program terpadu OVOP Go Global yang terhubung dengan Program Desa Devisa. Fokusnya mengangkat rendang dari produk unggulan daerah menjadi komoditas ekspor yang berdaya saing.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pendekatan One Village One Product (OVOP) bukan sekadar program penguatan industri kecil, melainkan strategi pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. Melalui model ini, setiap daerah didorong melahirkan produk unggulan yang tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.

โ€œPendekatan OVOP diarahkan untuk mengangkat potensi unggulan daerah agar mampu menghasilkan produk yang berdaya saing, diterima pasar nasional maupun global, sekaligus memberikan dampak positif terhadap penguatan ekonomi daerah,โ€ ujar Agus.

Sejak 2013, OVOP telah menjadi instrumen pembinaan industri kecil dan menengah (IKM) yang dijalankan secara berkelanjutan oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA). Hingga 2024, program ini telah digelar lima kali penghargaan dan melahirkan ratusan IKM unggulan di berbagai sektor, mulai dari makanan-minuman hingga kerajinan.

Peluang bagi Siswa Kejuruan, Kemnaker Kembali Buka Pelatihan Vokasi Nasional

Tahun 2026 menjadi titik baru bagi pengembangan program ini. Kemenperin menggandeng LPEI untuk memperluas jangkauan pembinaan melalui integrasi OVOP Go Global dan Desa Devisa, dengan Sentra IKM Rendang Payakumbuh sebagai proyek percontohan.

Pemilihan Payakumbuh bukan tanpa alasan. Kesiapan sumber daya manusia, kualitas produk, kelembagaan sentra, serta rekam jejak pasar menjadi pertimbangan utama. Apalagi rendang telah lama dikenal sebagai salah satu kuliner Indonesia yang paling siap bersaing di pasar internasional, termasuk pasar haji dan umrah yang terus tumbuh.

Dukungan pemerintah juga diperkuat melalui Dana Alokasi Khusus untuk revitalisasi sarana produksi. Tujuannya meningkatkan kapasitas, higienitas, dan konsistensi mutu agar sesuai standar ekspor global.

Program ini tidak berhenti pada pelatihan teknis. Pendampingan dimulai dari sosialisasi, kurasi produk, hingga promosi ke calon buyer internasional. LPEI turut membawa sampel produk IKM untuk diperkenalkan kepada agregator dan pasar luar negeri.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menekankan bahwa transformasi IKM tidak hanya soal produksi, tetapi juga kesiapan menghadapi standar global. Pemanfaatan teknologi industri 4.0 turut didorong untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi.

Ekspor Satu Pintu Komoditi Strategis Dimulai, Kontrol Data atau Kontrol Perdagangan?

โ€œDukungan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi, konsistensi mutu, higienitas produk, kapasitas produksi, serta kesiapan IKM rendang dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun standar pasar ekspor global,โ€ ujarnya.

Data Kemenperin menunjukkan, saat ini terdapat 113 IKM OVOP di Indonesia. Sumatera Barat menjadi salah satu provinsi dengan kontribusi signifikan, dengan 22 IKM OVOP, terbanyak kedua setelah DI Yogyakarta.

Di lapangan, dampak program ini sudah mulai terasa. Pelaku IKM Rendang Riry mencatat peningkatan kapasitas produksi hingga 200 kilogram per hari dengan dukungan 12 tenaga kerja sejak mengikuti OVOP pada 2013.

Sementara itu, pelaku IKM Rendang Gadih menyebut program ini membuka akses lebih luas terhadap peningkatan kualitas produk, kemasan, promosi, hingga jaringan buyer internasional. Produk mereka kini telah masuk pasar Australia, Taiwan, dan Jerman.

Di balik wangi rempah rendang yang terus dimasak setiap hari, tersimpan ambisi yang lebih besar menjadikan produk lokal sebagai wajah Indonesia di pasar global. Program OVOP Go Global kini menjadi salah satu jalur yang menautkan dapur-dapur IKM kecil di daerah dengan etalase perdagangan dunia.(ipta)

Zahriansyah, Angin Segar Gerakan Pemuda Pesawaran

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *