Penunjukan Lampung sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (Pornas) XVIII Korps Pegawai Republik Indonesia Tahun 2027 seharusnya tidak dipandang sekadar agenda olahraga aparatur sipil negara (ASN). Ini adalah peluang ekonomi besar yang jarang datang ke daerah.
Belasan ribu peserta, ofisial, dan pendamping diperkirakan akan datang ke Lampung. Mereka akan menginap di hotel, makan di warung dan restoran, menggunakan transportasi lokal, membeli oleh-oleh, hingga mengunjungi destinasi wisata.
Artinya, uang akan bergerak.
Dan ketika uang bergerak, sektor yang paling cepat merasakan dampaknya adalah UMKM.
Karena itu, Lampung tidak boleh main-main dalam mempersiapkan Pornas Korpri 2027.
Masalahnya, banyak daerah sering gagal membaca event nasional sebagai momentum ekonomi jangka pendek yang bisa memberi efek besar bagi masyarakat kecil.
Fokus terlalu sering berhenti pada seremoni pembukaan, spanduk, panggung, atau euforia menjadi tuan rumah.
Padahal nilai terpenting sebuah event justru terletak pada berapa banyak ekonomi lokal bergerak, berapa banyak UMKM ikut hidup, dan seberapa luas manfaatnya dirasakan masyarakat.
Pornas Korpri 2027 bisa menjadi “panen ekonomi” bagi Lampung jika disiapkan serius sejak sekarang.
Bukan enam bulan sebelum acara.
Bukan ketika venue mulai dicat ulang.
Tetapi mulai hari ini.
Organisasi perangkat daerah (OPD) harus mulai bekerja dengan perspektif yang sama, bahwa
Pornas bukan hanya agenda olahraga, tetapi proyek ekonomi daerah.
Dinas Pariwisata harus mulai menyiapkan paket wisata dan promosi daerah. Bisa bekerjama dengan media massa dan stakeholders di sektor ini.
Dinas Koperasi dan UMKM perlu memetakan pelaku usaha yang bisa dilibatkan di sekitar venue. Beri kesempatan kepada semua. Jangan berikan kepada UMKM dadakan.
Dinas Perhubungan harus menghitung mobilitas peserta dan akses transportasi.
Dinas PUPR perlu memastikan infrastruktur pendukung tidak memalukan saat ribuan tamu datang. Untuk ini sepertinya aman.
Sektor perhotelan dan kuliner seharusnya mulai membaca peluang ini dari sekarang. Siapkan lokasi yang apik dan gratis bagi UMKM di pelataran depan.
Karena event besar bukan hanya soal pertandingan.
Ia tentang pengalaman tamu saat datang ke daerah.
Jika pelayanan buruk, transportasi semrawut, hotel penuh tanpa pengelolaan baik, atau kawasan venue tidak nyaman, maka peluang ekonomi besar bisa lewat begitu saja.
Sebaliknya, jika Lampung mampu menyiapkan ekosistemnya dengan baik, Pornas Korpri dapat menciptakan efek berganda yang besar.
Warung makan kecil bisa ramai.
Penginapan penuh.
Jasa transportasi hidup.
Pusat oleh-oleh bergerak.
Destinasi wisata mendapat promosi nasional.
Dan yang paling penting, UMKM benar-benar ikut merasakan manfaatnya. Ingat, jangan curang memberikan kesempatan kepada UMKM dadakan!
Karena terlalu banyak event besar di Indonesia yang megah di atas panggung, tetapi kecil dampaknya bagi ekonomi rakyat.
Lampung memiliki waktu sekitar dua tahun untuk bersiap.
Waktu yang sebenarnya cukup panjang.
Namun pengalaman menunjukkan, banyak daerah justru mulai sibuk ketika waktu sudah sempit.
Akibatnya, persiapan menjadi terburu-buru, anggaran membengkak, dan hasilnya tidak maksimal.
Karena itu, Pornas Korpri 2027 seharusnya menjadi momentum bagi Lampung untuk belajar menjadi tuan rumah yang bukan hanya sukses acara, tetapi juga sukses menggerakkan ekonomi lokal.
Sebab ukuran keberhasilan event sebesar ini bukan hanya meriah saat pembukaan.
Tetapi apakah setelah acara selesai, masyarakat kecil ikut tersenyum karena ekonomi mereka benar-benar bergerak.
Pornas Korpri 2027, UMKM Lampung, ekonomi Lampung, Lampung tuan rumah Pornas, Pornas Korpri XVIII

Komentar