Tubuh kedua induk harimau itu tak lagi sempurna. Masing-masing kehilangan satu kaki akibat jerat liar yang pernah hampir merenggut nyawa mereka di hutan Sumatera. Bekas luka masih tertinggal di tubuh mereka, menjadi penanda sunyi tentang kerasnya pertarungan satwa liar untuk bertahan hidup di tengah ancaman manusia. Namun dari luka itulah, kehidupan baru justru lahir. Di Taman Satwa Lembah Hijau, dua anak Harimau Sumatera bernama Puspa dan Muli Sikop kini menjadi simbol harapan baru bagi konservasi satwa langka Indonesia.
***
Pagi itu, udara di kawasan lembah masih terasa lembap ketika dua anak harimau kecil itu keluar dari balik rindang pepohonan. Langkah mereka belum sepenuhnya kuat. Gerakannya masih canggung, kadang berlari kecil, lalu berhenti mendadak sebelum kembali mendekat ke tubuh induknya.
Sesekali terdengar suara lirih mereka memecah sunyi.
Di dekatnya, sang induk berjalan perlahan dengan tiga kaki.
Sulit membayangkan bahwa pasangan harimau yang kini melahirkan harapan baru itu pernah berada di ambang kematian akibat jerat liar di habitat asal mereka masing-masing.
Kyai Batua, harimau jantan itu, diselamatkan pada 2019 setelah terkena jerat di kawasan hutan Lampung Barat. Luka parah di kaki kanan depannya membuat tim dokter tak memiliki banyak pilihan selain melakukan amputasi demi menyelamatkan nyawanya.
Sementara Sinta mengalami nasib yang hampir serupa.
Harimau betina itu ditemukan terluka akibat jerat di Bengkulu pada akhir 2024. Luka berat di kaki kanan belakangnya membuat amputasi juga harus dilakukan sebelum akhirnya dirawat di Lembah Hijau.
Dua harimau yang sama-sama kehilangan satu kaki itu perlahan bertahan hidup, dirawat, dipulihkan, lalu dipertemukan dalam program konservasi.
Tak banyak yang membayangkan keduanya kelak akan melahirkan generasi baru.
Karena itu, ketika Puspa dan Muli Sikop lahir pada 14 Februari 2026, kabar tersebut segera menjadi momen penting bagi dunia konservasi di Lampung.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang memperkenalkan langsung kedua anak harimau tersebut menyebut kelahiran itu sebagai sejarah baru. Untuk pertama kalinya, program konservasi ex-situ Harimau Sumatera di Provinsi Lampung berhasil melahirkan anak harimau dalam kondisi sehat.
“Alhamdulillah, Lampung mendapatkan kabar bahagia dengan lahirnya dua anak Harimau Sumatera yang sehat. Ini menunjukkan bahwa upaya konservasi yang dilakukan bersama mampu memberikan harapan bagi kelestarian satwa langka Indonesia,” ujar Mirza.
Nama Puspa diberikan oleh istri Gubernur Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza. Dalam bahasa Indonesia, puspa berarti bunga, simbol kehidupan dan keindahan. Sementara Muli Sikop berasal dari bahasa Lampung yang berarti gadis cantik.
Namun lebih dari sekadar nama, keduanya kini membawa makna yang lebih dalam.
Mereka lahir dari induk-induk yang selamat dari jerat.
Mereka lahir dari rasa sakit yang nyaris mengakhiri kehidupan.
Dan mereka lahir di tengah kenyataan bahwa Harimau Sumatera masih terus menghadapi ancaman besar di habitat alaminya.(ipta)

Komentar