Branding Daerah
Beranda / Daerah / Zahriansyah, Angin Segar Gerakan Pemuda Pesawaran

Zahriansyah, Angin Segar Gerakan Pemuda Pesawaran

Dengan slogan โ€œBergerak, Berdedikasi, Berkontribusiโ€, ia mengajak pemuda Pesawaran tidak hanya hadir sebagai penonton pembangunan daerah, tetapi menjadi bagian aktif yang ikut menentukan arah masa depan daerahnya sendiri.

Di tengah wajah organisasi kepemudaan yang sering terjebak dalam seremoni dan perebutan posisi, A Zahriansyah A Ma mencoba menawarkan narasi berbeda untuk Kabupaten Pesawaran.

Zahriansyah tidak sekadar datang membawa ambisi menjadi Ketua KNPI Kabupaten Pesawaran. Lebih dari itu, ia membawa gagasan tentang pemuda yang bergerak dengan identitas, karakter, dan akar budaya yang kuat.

Melalui pencalonannya sebagai Ketua Umum KNPI Pesawaran, Zahriansyah mengusung visi membangun generasi muda yang mandiri, peduli, beradab, agamis, dan berbudaya. Sebuah gagasan yang terasa penting di tengah perubahan sosial yang bergerak sangat cepat.

Dengan slogan โ€œBergerak, Berdedikasi, Berkontribusiโ€, ia mengajak pemuda Pesawaran tidak hanya hadir sebagai penonton pembangunan daerah, tetapi menjadi bagian aktif yang ikut menentukan arah masa depan daerahnya sendiri.

Bagi Zahriansyah, pemuda bukan sekadar kelompok usia, melainkan energi sosial yang mampu mengubah wajah daerah jika diberi ruang tumbuh dan arah yang jelas.

Dari Lampung, Pesan Pancasila untuk Dunia yang Semakin Terbelah

Karena itu, visi yang ia bangun tidak berhenti pada aktivitas organisasi semata. Ia berbicara tentang kemandirian ekonomi pemuda melalui kewirausahaan dan ekonomi kreatif, tentang solidaritas sosial, tentang etika dan integritas generasi muda, hingga pentingnya menjaga budaya dan nilai keagamaan sebagai fondasi kehidupan sosial.

Di tengah derasnya arus digital dan perubahan gaya hidup generasi muda, gagasan mempertahankan budaya lokal menjadi salah satu poin yang cukup menarik dari arah gerakan yang ia bangun.

Pesawaran sebagai daerah yang tumbuh cepat memang menghadapi tantangan besar, tentang bagaimana pembangunan modern tetap berjalan tanpa membuat generasi mudanya kehilangan identitas sosial dan budaya.

Dalam konteks itulah, Zahriansyah mencoba memosisikan pemuda bukan hanya sebagai kelompok produktif secara ekonomi, tetapi juga penjaga nilai dan karakter daerah.

Jejak organisasinya juga menunjukkan keterlibatan yang cukup panjang dalam dunia kepemudaan dan sosial. Ia tercatat pernah aktif di DPP AKAR Lampung, Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia, Perkumpulan Jurnalis Lampung, PMII, hingga sejumlah organisasi kemasyarakatan lainnya.

Saat Maluku Utara Memperluas UHC, Bandar Lampung Sebenarnya Sudah Lebih Dulu Memulai

Pengalaman tersebut membentuk wajah kepemimpinannya yang dekat dengan isu sosial, komunikasi publik, dan gerakan komunitas.

Dalam pesan kampanyenya, Zahriansyah menyebut pemuda sebagai kekuatan hari ini sekaligus harapan masa depan daerah.

โ€œPemuda adalah kekuatan hari ini dan harapan masa depan. Mari bersatu, bergerak nyata, dan menjadi generasi emas Pesawaran,โ€ tulisnya.

Di tengah kebutuhan daerah terhadap ruang kolaborasi anak muda, kehadiran figur-figur yang membawa semangat pengabdian, gagasan kebudayaan, dan kepedulian sosial memang mulai dirasakan penting.

Sebab masa depan daerah pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan anggaran, tetapi juga oleh kualitas generasi mudanya dalam menjaga nilai, membangun solidaritas, dan menciptakan perubahan yang nyata.(rls)

Saat Petani Mulai Sejahtera, Lampung Bicara Lebih Besar tentang Masa Depan Pangan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *