Ekonomi Nasional
Beranda / Nasional / Rupiah Hampir Rp18.000 per Dolar AS, Pemerintah Sebut Fundamental Ekonomi Masih Kuat

Rupiah Hampir Rp18.000 per Dolar AS, Pemerintah Sebut Fundamental Ekonomi Masih Kuat

Ilustrasi (Antara)

Rupiah kembali berada di bawah tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Kamis (28/5/2026).

***

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.11 WIB, nilai tukar rupiah berada di level Rp17.855,5 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan rupiah melemah 54,5 poin atau 0,31 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan mayoritas mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang tercatat melemah 0,09 persen dan dolar Hong Kong turun 0,03 persen terhadap dolar AS.

Sementara itu, won Korea Selatan justru menguat 0,46 persen terhadap dolar AS dan menjadi salah satu mata uang Asia dengan kinerja positif pada perdagangan hari ini.

Peluang bagi Siswa Kejuruan, Kemnaker Kembali Buka Pelatihan Vokasi Nasional

Di kawasan negara maju, dolar Australia melemah 0,29 persen, poundsterling Inggris turun 0,19 persen, dan euro terkoreksi 0,13 persen terhadap dolar AS. Sedangkan franc Swiss menguat 0,20 persen dan dolar Kanada naik 0,10 persen terhadap dolar AS.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran dengan pelemahan tajam rupiah yang terjadi di tengah kondisi ekonomi nasional yang dinilai masih baik.

Menurut Purbaya, pelemahan rupiah kali ini berbeda dengan situasi krisis pada umumnya yang biasanya dipicu oleh persoalan fundamental ekonomi.

โ€œEkonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini nggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,โ€ kata Purbaya di Jakarta, Kamis (28/5/2026).

Tekanan terhadap rupiah dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi sejumlah faktor global, termasuk penguatan dolar AS, ketidakpastian ekonomi dunia, dan pergerakan arus modal internasional yang masih sangat dinamis.

Ekspor Satu Pintu Komoditi Strategis Dimulai, Kontrol Data atau Kontrol Perdagangan?

Level Rp18.000 per dolar AS sendiri kini menjadi perhatian pasar karena dianggap sebagai batas psikologis penting terhadap stabilitas nilai tukar rupiah.

Pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat, perkembangan ekonomi global, serta respons pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan eksternal yang terus berlangsung.(ipta)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *