Iran memperketat kendalinya atas Selat Hormuz mulai 28 Februari, ketika negara itu melarang kapal-kapal milik atau yang terafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) melintas setelah serangan gabungan Israel-AS terhadap wilayah Iran.

Sementara itu, Fars mengutip seorang pejabat senior Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran yang mengatakan bahwa 30 kapal telah melintasi Selat Hormuz sejak Rabu malam waktu setempat. Pejabat tersebut menambahkan bahwa berbagai negara telah menerima rute yang ditetapkan Iran untuk melewati selat itu.

Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi pada Kamis mengatakan bahwa Selat Hormuz terbuka bagi seluruh kapal komersial, asalkan mereka bekerja sama dengan angkatan laut Iran untuk melintasi jalur perairan tersebut.

Iran tidak menghalangi pelayaran melalui selat itu, ujarnya, seraya menegaskan bahwa justru AS-lah yang telah memberlakukan blokade tersebut.

Trump dan Xi Jinping Sepakat soal Iran, Dunia Membaca Sinyal Baru AS-China

Araghchi menyatakan harapan agar situasi itu dapat diakhiri dengan pencabutan blokade “ilegal” yang dilakukan AS.(ant)